Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juni 2011

Pemain Diusir Keluar Karena Tindikan di Penis

Ilustrasi
Melbourne - Kejadian ini mungkin langka terjadi di dunia olahraga apapun.Karena ketahuan memiliki tindikan di bagian alat vital, seorang pemain sepakbola diusir keluar lapangan oleh wasit.

Orange, melaporkan Peristiwa itu terjadi di sebuah pertandingan antara klub yang bermain di liga amatir di wilayah Victoria, Australia, Old Hill Wanderers dan Swinburne 19 Juni lalu. Insiden kartu merah berawal saat sang pemain yang bernama Aaron Eccleston terkapar setelah terkena bola di bagian selangkangannya.

Aaron sempat dibawa ke luar lapangan untuk mendapatkan perawatan. Setelah itu Eccleston kembali beraksi. Entah bagaimana ceritanya, wasit menghadiahinya kartu kuning. Alasannya, yang pertama dia masuk ke lapangan tanpa permisi, dan kedua karena alasan privat yang kemudian tidak bisa dibuktikan karena dia telah melepaskan tindikannya.

“Saat babak pertama, pemain kami terkena bola di selangkangannya, dan meninggalkan lapangan untuk mendapat perawatan.Wasit akhirnya tahu bahwa dia memiliki body piercing,” ujar juru bicara klub dalam situsnya.

Tidak diketahui bagaimana wasit sampai mengetahui Eccleston memiliki tindikan, apakah pemain tersebut menunjukkannya kepada wasit atau pemain lain di lapangan.”

Namun klub menyatakan tidak keberatan atas insiden yang membuat mereka melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain di lapangan. Menurut mereka tindakan wasit sudah sesuai dengan aturan pertandingan.

“Old Hill Wanderes FC puas dengan tindakan keduanya wasit dan pemain kami itu masuk akal dan menerima dua kartu kuning yang diberikan kepada pemain itu karena sesuai peraturan sepakbola,” jelas pernyatan itu lagi.

Meski bermain dengan 10 orang pemain, Old Hill keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.

Sumber : bola.okezone.com

Minggu, 12 Juni 2011

Aneh, Salju Turun di Musim Panas

Ada peristiwa aneh yang jarang terjadi. Sabtu (4/6/2011) lalu, ada salju setebal 6 inci di Hawaii, tepatnya di puncak Mauna Kea, salah satu pulau gunung api di rangkaian Hawaii. Padahal, tahu sendiri sekarang lagi musim panas.

Salju di puncak Mauna Kea di bulan Juni termasuk di luar kebiasaan. Salju pernah didapati juga di bulan Juli, Agustus, bahkan akhir Mei. "Salju di bulan Juni ini baru pertama kali terjadi setelah sekitar 30 tahun," kata Ryan Lyman, ahli cuaca dari Mauna Kea Weather Center kepada Life's Little Mysteries.

Salju disebabkan badai besar akibat pertemuan udara hangat dengan udara dingin di atas Mauna Kea. Menurut Steven Businger, kepala ahli meteorologi dari Storm Evolution and Energetics Research, University of Hawaii Manoa, badai itu berhubungan dengan turunnya udara dingin dari atmosfer atas.

Sementara itu, dikatakan oleh Lyman, udara permukaan yang hangat naik dan bertemu dengan udara dingin di atmosfer atas. "Itulah yang menyebabkan badai... dan salju," tegasnya.

Businger menegaskan kalau munculnya salju itu bukan kejadian aneh. "Sering terjadi, tapi biasanya pada saat musim dingin, tidak pada musim panas," jelas Businger lebih lanjut.

Mauna Kea memiliki ketinggian lebih dari 4.200 meter."Pada ketinggian itu, temperatur di puncak sangat dingin sepanjang tahun," kata Businger.

Temperatur harian di puncak Mauna Kea sepanjang April hingga November berkisar -17 derajat Celcius hingga 15 derajat Celcius. "Jadi ada salju selama musim semi dan panas termasuk normal," kata Businger.

Sumber : sains.kompas.com

Jumat, 10 Juni 2011

Ibu Ini Lemas jika Tak Makan Balsam

ILustrasi
Kediri - Selama 7 tahun Nanik Hendriatiningsih (35) mengonsumsi balsam. Obat oles itu mulai dicicipinya saat hamil anak keempat, 7 tahun lalu.

Sejak makan balsam, seluruh gigi Nanik keropos bahkan tidak sedikit yang putus. Namun itu tidak membuat Nanik menghentikan kebiasaan anehnya itu. Baginya kehilangan gigi masih lebih baik ketimbang lemas.

Warga RT 01/01, Desa Jemekan, Kecamnatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu setiap hari bisa memakan satu botol balsam hijau merk tertentu. Rata-rata setiap hari dia bisa menghabiskan satu kemasan kecil yang berharga Rp2.500 per botol.

Kebiasaan ini bermula pada saat Nanik merasa masuk angin. Merasa tidak mempan dioles ke badan, Nanik kemudian mengoleskan ke kaki, tangan, pundak dan kening. Namun perut kembung yang dideritanya belum kunjung reda.

“Karena tidak bisa sembuh itu, akhirnya saya makan saja balsamnya. Eh ternyata saya langsung sehat,” ungkapnya, Jumat (10/6/2011).

Nanik merasa mual dan lemas jika tidak mengonsumsi balsam. Anehnya, hanya satu merek balsam yang dia makan dan harus baru, mungkin karena rasanya yang manis.

Nanik mengaku merasakan sensasi panas di sekujur tubuh saat mengonsumsi balsam. Lama mengonsumsi balsam, gigi Nanik keropos dan hitam.

“Awalnya hitam-hitam dan akhirnya gigi saya pecah sedikit-sedikit. Mungkin karena panasnya balsam,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya tidak tahu persis apakah balsam telah merusak organ lain di tubuhnya. Nanik tidak pernah merasa sakit sehingga tidak memeriksakan diri ke dokter.

Sumber : news.okezone.com

Penyiar Radio Ini Gemar Makan Ayam Hidup

Ilustrasi
Pasuruan - Bila Anda  menemui seorang wanita yang memakan ayam bakar, atau ayam goreng mungkin sudah biasa. Namun, wanita penyiar radio di Pasuruan Jawa Timur memiliki  keanehan karena kebiasaan memakan daging  mentah dan ayam hidup.

Bila tak mengkonsumsi daging mentah, Miskaulah  (36) warga Dusun Janganasem, Desa Trompoasri Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo membuatnya jatuh sakit.

Awalnya, tak banyak yang tahu bila Miskaulah gemar makan ayam hidup. Namun kebiasaan tersebut diketahui saat penyiar radio itu berkunjung di rumah familinya Sunoto (43). Di rumah Sunoto, janda dua anak itu tiba-tiba meminta  ayam hidup karena mengaku kondisi badannya lemas.

Menanggapi permintaan itu, Sunoto pun langsung menangkap seekor ayam kampung miliknya yang berada di samping rumah. Awalnya Sunoto mengira ayam tersebut untuk dipelihara di rumahnya. Namun setelah diberikan, Miskaulah memegang erat kaki ayam  sehingga tak bisa tak kabur.

Tanpa ragu penyiar radio swasta di Sidoarjo itu langsung menggigit leher ayam hingga mati. Setelah itu mengkelupas kulit ayam hingga dagingnya untuk dimakan.  Aksi  wanita yang akrab disapa “Mama Preti” ini  sempat menjadi perhatian warga di lingkungan setempat 

Menurut Miskaulah, kebiasaan aneh makan ayam hidup ini dimulai sejak kelas 4 SD. Awalnya, “Mama Preti” diajak  ayahnya  Kusno  bekerja membuat batu merah di sawah di kampungnya. Namun, “Mama Preti” memburu binatang seperti  ular, ikan jangkrik kalajengking, atau kepiting sawah serta ayam yang kondisinya masih hidup untuk dimakan dengan alasan lapar.

Setelah itu, ayahnya berusaha  menghilangkan kebiasaan tak lazim ini. Tapi bila dilarang Mama Preti langsung sakit. Akhirnya kebiasaan Miskaulah ini dibiarkan hingga dewasa dan menikah.

”Mama Preti” bahkan bisa memakan 5 ekor ayam  hidup setiap harinya hingga membuat ayahnya kewalahan. Setelah kenalan dengan salah satu teman mama preti ikut terapi tenaga dalam dan bisa mengurangi kebiasaannya. Meski begitu, Miskaulah ini tak pernah memeriksakan kondisi kesehatan pada dokter.

“Mama Preti” pun tak bisa menghentikan kebiasaan makan ayam hidup itu. “Ya, kalau tak makan ayam saya tak bias  siaran,” katanya.


Sumber : news.okezone.com