Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Tampilkan postingan dengan label Champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Champions. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Wembley Tuan Rumah Final Liga Champions 2013

Stadion Wembley - Inggris
Nyon - Baru genap sebulan tuntas menggelar laga Barcelona vs Manchester United di final Liga Champions 2010/11, Stadion Wembley kembali dapat kabar bagus. Mereka dipercaya menggelar event yang sama di tahun 2013.

Meski baru tahun 2011 ini terpilih menjadi tuan rumah final Liga Champions, Wembley secara resmi memang telah mengajukan pada UEFA untuk kembali dipercaya menggelat laga final kejuaraan antarklub terbaik Eropa itu dua tahun mendatang.

Tentunya bukan tanpa alasan kalau stadion keramat Inggris itu kembali meminta dirinya dipilih jadi venue final. Tepat di tahun tersebut Asosiasi Sepakbola Inggris atau yang dikenal dengan FA tepat merayakan hari jadinya yang ke-150.

Dan harapan Wembley, serta publik Inggris, agar mereka kembali bisa menggelar final Liga Campions ternyata terwujud. Dalam sidangnya di Nyon, Kamis (16/6/2011) waktu setempat UEFA memutuskan menunjuk Wembley sebagai tuan rumah laga puncak.

"Untuk alasan tersebut (peringatan 150 tahun FA) kami sudah memutuskan untuk kembali memilih Inggris dan secara spesifik Stadion Wembley - markas FA - untuk menggelar Final UEFA Champions League," demikian pernyataan UEFA di situs resminya.

Di saat bersamaan UEFA juga menetapkan Amsterdam ArenA sebagai tuan rumah final Liga Europa tahun 2013 dan Eden Stadium di Praha sebagai venue dihelatnya UEFA Super Cup.

Sumber : detiksport.com

Minggu, 29 Mei 2011

Daftar Juara Liga Champions

FC Barcelona
Barcelona meraih gelar keempatnya di kompetisi Liga Champions dengan menundukkan Manchester United dinihari tadi.

Barcelona memastikan diri sebagai kampiun antarklub terbaik Eropa musim ini setelah di final Liga Champions 2010/11 dinihari tadi menundukkan Mancehster United 3-1.

Kemenangan di Wembley Stadium itu membuat koleksi gelar Liga Champions Barcelona bertambah menjadi empat, satu trofi lebih baik dari Manchester United.

Gelar tersebut juga menjadi gelar ketiga Barcelona dalam enam musim terakhir di kompetisi Liga Champions. Juga trofi itu menegaskan dominasi Barcelona di musim ini setelah juga mampu meraih trofi domestik La Liga Spanyol beberapa minggu lalu.

Namun demikian perolehan trofi Barcelona di kompetisi Liga Champions masih kalah dari Real Madrid yang dominan dengan sembilan trofi juara di tangan, disusul Milan dan Liverpool, masing-masing dengan tujuh dan lima trofi.

Ada pun Barcelona berada di tingkat yang sama dengan Ajax Amsterdam dan Bayern Muenchen dengan empat trofi juara.


Inilah daftar juara Liga Champions:
1955/56 : Real Madrid
1956/57 : Real Madrid
1957/58 : Real Madrid
1958/59 : Real Madrid
1959/60 : Real Madrid
1960/61 : Benfica
1961/62 : Benfica
1962/63 : Milan
1963/64 : Internazionale
1964/65 : Internazionale
1965/66 : Real Madrid
1966/67 : Celtic
1967/68 : Manchester United
1968/69 : Milan
1969/70 : Feyenoord
1970/71 : Ajax
1971/72 : Ajax
1972/73 : Ajax
1973/74 : Bayern München
1974/75 : Bayern München
1975/76 : Bayern München
1976/77 : Liverpool
1977/78 : Liverpool
1978/79 : Nottingham Forest
1979/80 : Nottingham Forest
1980/81 : Liverpool
1981/82 : Aston Villa
1982/83 : Hamburger SV
1983/84 : Liverpool
1984/85 : Juventus
1985/86 : Steaua Bucuresti
1986/87 : Porto
1987/88 : PSV
1988/89 : Milan
1989/90 : Milan
1990/91 : Crvena zvezda
1991/92 : Barcelona
1992/93 : Olympique Marseille
1993/94 : Milan
1994/95 : Ajax
1995/96 : Juventus
1996/97 : Borussia Dortmund
1997/98 : Real Madrid
1998/99 : Manchester United
1999/00 : Real Madrid
2000/01 : Bayern München
2001/02 : Real Madrid
2002/03 : Milan
2003/04 : Porto
2004/05 : Liverpool
2005/06 : Barcelona
2006/07 : Milan
2007/08 : Manchester United
2008/09 : Barcelona
2009/10 : Internazionale
2010/11 : Barcelona

Daftar Klub Dengan Jumlah Gelar Terbanyak :
9 : Real Madrid
7 : Milan
5 : Liverpool
4 : Ajax, Bayern Muenchen, Barcelona
3 : Manchester United, Inter
2 : Benfica, Juventus, Nottingham Forest, Porto
1 : Aston Villa, Borussia Dortmund, Celtic, Crvena Zvezda,   Feyenoord, Hamburg SV, Olympique Marseille, PSV, Steaua Bucharest

Negara Dengan Jumlah Gelar Juara Terbanyak :

13 : Spanyol
12 : Italia
11 : Inggris
: Inggris, Jerman (Barat)
4  : Portugal
1  : Prancis, Rumania, Skotlandia, Yugoslavia

Sumber : goal.com

Dituduh Blunder, Ini Penjelasan Van der Sar

Edwin Van der Sar
Edwin Van der Sar mengakhiri karirnya dengan sebuah kekalahan.
Kiper Manchester United, Edwin van Der Sar menilai kekalahan timnya di final Liga Champions 2010/2011, Sabtu, 28 Mei 2011 merupakan kesalahan seluruh pemain. Dalam duel ini MU menyerah 1-3 dari Barcelona.

Banyak pihak yang menyalahkan Van der Sar atas kekalahan MU dini hari tadi. Pasalnya, kiper Belanda gagal mengantisipasi tendangan jarak jauh Lionel Messi pada menit ke-54. Gol ini membuat Setan Merah tertinggal dengan skor 2-1.

Pada menit ke-69, Van der Sar kembali gagal menjangkau tendangan terukur David Villa yang mengarah ke tiang jauh. Akibatnya Setan Merah semakin tertinggal dari Barcelona. Barca memimpin dengan skor 3-1 hingga laga usai.

Seperti dilansir goal.com, Van der Sar mengaku tak tahu apakah dia layak dipersalahkan atas gol-gol tersebut. Namun menurutnya, kekalahan timnya dari Barcelona merupakan kesalahan seluruh pemain Setan Merah.

"Kami membuat satu atau dua kesalahan dan mereka menghukum Anda," kata Van der Sar seperti dilansir goal.com, Minggu, 29 Mei 2011.

"Saya tidak tahu apakah saya bisa mencegah gol Messi. Saya pikir saya sudah berada di posisi yang bagus, tapi saya pikir Villa telah menghalangi pandangan saya," kata Van der Sar yang akan segera pensiun dari lapangan hijau.

"Messi sepertinya mengarahkan tendangan melengkungnya ke tiang jauh, dan dia ternyata hanya memotongnya di sekitar Villa," bebernya.

Van der Sar juga mengatakan kalau MU sebenarnya bermain cukup bagus di 15 menit pertama. Situasinya mirip dengan final Liga Champions 2009 di Roma, Italia.

"Dan Anda hanya berusaha untuk mencetak gol pertama namun kami tidak melakukannya," kata van der Sar.

Final Liga Champions dini hari tadi merupakan laga perpisahan bagi Van der Sar. Meski gagal meraih kemenangan, kiper yang sudah menginjak usia 40 tahun itu mengaku tetap bangga sudah bisa tampil.

"Karir yang kita jalani tidak harus berakhir dengan catatan yang baik, namun saya berterima kasih kepada semuanya untuk memori dan semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu," pungkasnya.

Sumber : bola.vivanews.com

Sabtu, 28 Mei 2011

Jelang Final Liga Champions Final 2009 Berbeda dengan 2011

Andres Iniesta - Barcelona
London - Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, mengatakan, partai final Liga Champions antara klubnya dan Manchester United (MU) tahun 2009 akan berbeda dengan final tahun ini.

Dua tahun lalu Barca menekuk MU 2-0 di partai puncak di Roma lewat gol Samuel Eto'o dan Lionel Messi. Kondisi kedua kubu kini tak banyak berubah. Ada beberapa bintang yang datang dan pergi. Namun, Iniesta percaya, hal itu tetap akan memengaruhi kedua tim.

Pada 2009, MU bergantung kepada sosok individual seperti Cristiano Ronaldo. Sekarang MU bermain lebih kolektif. "Selalu lebih baik memiliki pemain seperti dia (Ronaldo). Namun, mereka telah mendatangkan pemain-pemain baru dan mereka memiliki tim yang baik," ujar Iniesta, seperti dilansir situs resmi Barca.

"Setiap momen memiliki cerita tersendiri. Partai final memang harus seperti itu. Kami menang (pada 2009) dan itu adalah hadiah untuk semua kerja keras yang kami lakukan. Itu adalah musim yang sangat khusus,"kata nya.

"Final ini tidak sebanding. Memang serupa karena gaya dan ini adalah partai terakhir, tetapi aku pikir tidak ada kesamaan lain."

"Mereka akan memiliki pertandingan itu (2009) di pikiran mereka, seperti yang juga kami miliki. Akan tetapi, aku yakin, ini akan menjadi final yang berbeda. Anda tidak pernah dapat membandingkan satu final dengan yang lain. Selalu ada permainan berbeda, dengan pemain yang berbeda dan harapan yang berbeda," pungkas pria 27 tahun tersebut.

Sumber : bola.kompas.com

Jumat, 27 Mei 2011

UEFA Umumkan Tim Liga Champions Musim Ini

Raul Gonzales - Schalke 04
Tiga pemain Barcelona dan Manchester United masuk dalam tim inti Liga Champions musim ini pilihan UEFA. 

Liga Champions musim ini tinggal menyisakan satu pertandingan lagi, yaitu final antara Barca dengan United yang akan berlangsung Minggu (29/5) dinihari WIB di Wembley Stadium.

Menjelang final, UEFA sudah mengumumkan nama-nama pemain yang dianggap tampil paling mengesankan sepanjang musim ini di Liga Champions.

Pemain dipilih berdasarkan sistem Rating Pemain yang memungkinkan para pengguna situs uefa.com memilih performa pemain yang dianggap terbaik di setiap posisi.

Hasilnya, ada tiga pemain Barca dan United yang masuk dalam tim inti. Tim asuhan Sir Alex Ferguson yang sampai saat ini hanya kebobolan empat gol, sehingga dua pemain bertahan mereka yaitu kiper Edwin van der Sar dan bek tengah Nemanja Vidic masuk dalam daftar.

Pemain belakang lainnya yang terpilih adalah Gerard Pique (Barca), sedangkan bek kiri dan kanan yang terpilih adalah Dario Srna (Shakhtar Donetsk) dan Marcelo (Real Madrid).

Di lini tengah, duo pemain Barca dan United, Andres Iniesta dan Ryan Giggs berduet di posisi gelandang tengah. Di posisi sayap, ada Gareth Bale (Tottenham) dan Mesut Ozil (Madrid).

Untuk posisi penyerang, top skor sementara Lionel Messi (Barca) diduetkan dengan penyerang veteran Schalke, Raul, yang tampil impresif di musim ini dan membawa timnya lolos sampai ke semi-final.

Susunan tim inti Liga Champions pilihan UEFA: Van der Sar; Srna, Vidic, Pique, Marcelo; Ozil, Giggs, Iniesta, Bale; Messi, Raul.

Sumber : goal.com

Road To Wembley 2011: Jangan Abaikan Super-subs

UEFA Champions League
Pemain cadangan memiliki peluang membuat kejutan di final Liga Champions. 

Pemain cadangan tak sekadar memanaskan bangku. Manajer Manchester United Sir Ferguson tahu benar bagaimana memanfaatkan pemain cadangan untuk menjadi bintang. Bahkan dalam situasi kurang menguntungkan, United mampu membalikkan keadaan yang memberi keunggulan.

Final Liga Champions 1999 menjadi laga tak terlupakan bagi United. Kemenangan 2-1 atas Bayern Muenchen sungguh dramatis karena dua gol mereka dihasilkan pada dua menit terakhir oleh pemain pengganti, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.

Laga final Liga Champions yang mempertemukan United dan Barcelona di Wembley tinggal hitungan jam. Mereka yang kemungkinan masuk starting line up sudah mulai ditebak-tebak dan diprediksi.

Berbeda dengan pelatih Barcelona Pep Guardiola yang cukup mudah menggelar formasi yang tampaknya sudah baku. Sebaliknya, Ferguson menyimpan misteri. United mungkin menjadi tim yang minim pemain bertalenta, namun kualitas skuadnya sangat merata.

Striker Javier Hernandez kemungkinan menjadi starter. Namun, Chicharito, julukannya, akan lebih berbahaya bila disiapkan sebagai pemain cadangan. Spesialias super-subs yang melekat pada Solskjaer tampaknya diturunkan pada penyerang asal Meksiko ini. Julukan yang diberikan pun sama, baby-faced assassin.

Misteri Ferguson makin terlihat saat menurunkan formasi aneh di semi-final kedua melawan Schalke. Meski sudah menang 2-0 dan bermain di kandang sendiri di Old Trafford, namun formasi Ferguson tetap mengundang perhatian karena tidak ada Wayne Rooney dan Rio Ferdinand dalam skuad. Bahkan Nemanja Vidic, Ryan Giggs dan Javier Hernandez tak

diturunkan meski duduk di bench. Ketidakpercayaan itu dijawab oleh pasukan Ferguson dengan kemenangan 4-1. Wembley akan menjadi saksi pemain ke-13 alias super-subs yang diharapkan bisa mengubah pertandingan atau justru dimasukkan untuk mengamankan keunggulan. Yang jelas, mereka tak sekadar menghuni bangku cadangan. Inilah beberapa pemain yang mungkin bisa melakukannya.

Manchester United :

    1. Dimitar Berbatov

Topskor Liga Primer Inggris sesungguhnya menjadi catatan sahih bila Berbatov adalah mesin gol andalan United. Performanya memang agak menurun menjelang akhir kompetisi. Namun, penyerang asal Bulgaria ini tetap bisa menjadi kartu as yang disimpan Ferguson.

Sesungguhnya lebih menarik bila Javier Hernandez yang dicadangkan dan Berbatov menjadi starter. Hanya, penampilan Hernandez yang mencengangkan termasuk saat menghadapi Chelsea di Old Trafford yang menjadi penentu juara liga,

Ferguson kemungkinan memilih penyerang berjuluk Little Pea ini dalam starting line up.

    2. Nani

Satu lagi pemain yang sesungguhnya tak layak duduk di bench. Kualitas Nani tak diragukan dan dia akan menjadi kekuatan anyar bila dimasukkan sebagai pemain pengganti. Nani mulai menghuni bangku cadangan menyusul pulihnya

Antonio Valencia dari cedera panjang. Repotnya, Valencia langsung on fire sehingga merepotkan Ferguson dalam menentukan tim inti.

    3. Paul Scholes

Bila dicadangkan, Scholes bakal memiliki motivasi tersendiri. Gelandang veteran ini berharap menutup karirnya dengan pesta juara. Tendangan jarak jauhnya bisa menjadi daya kejut bagi pertahanan Barca bila lini depan United kesulitan mencetak gol.

Barcelona :

    1. Jeffren

Lebih sering diturunkan saat posisi Barca sudah unggul. Namun Jeffren selalu memaksa lini belakang lawan untuk tidak lengah agar tidak kembali kebobolan. Kecepatan dan teknik Jeffren kerap merepotkan pemain belakang. Apalagi, dia jago dalam umpan-umpan silang.

Pada el Clasico di Camp Nou, Jeffren yang turun sebagai pemain pengganti mencetak gol kelima sekaligus menjadikan Barca menang 5-0.

    2. Ibrahim Afellay

Kartu as Barca yang harus diwaspadai United. Dia selalu diturunkan di babak kedua. Pada semi-final kedua melawan Real Madrid, assist Afellay mengantarkan Lionel Messi mencetak gol pertama bagi Barca. Gol pertamanya di La Liga Spanyol dicetak striker asal Belanda ini di laga pertandingan melawan Malaga.

    3. Javier Mascherano

Dengan permainan ofensif yang diterapkan, Guardiola tampaknya hanya menurunkan Sergio Busquets sebagai penyeimbang.

Mascherano diturunkan bila Barca sudah unggul dan berusaha mempertahankannya. Apalagi, dia sudah sangat hafal dengan karakter pemain United karena cukup lama bermain di Liverpool.

Sumber : goal.com

£110 Juta Untuk Juara Liga Champions

Champions League
Final Liga Champions musim ini akan dikenang sebagai laga paling menyita perhatian publik sepakbola Amerika Latin.

Liga Champions bukan hanya kompetisi sarat gengsi, tapi juga bergelimang uang, dan juara musim ini akan mengantungi £110 juta.

"Yang kalah dalam final ini akan pulang membawa kira-kira £63 juta," ujar Profesor Simon Chadwick, penulis laporan hasil studi finansial yang diprakarsai MasterCard.

Menurut Chadwick, penerimaan untuk juara dan runners up Liga Champions musim ini adalah yang terbesar. Jumlah £110 juta yang diterima juara terdiri dari hadiah resmi, hak siar pertandingan, nilai skuad, dan brand klub.

"Fans Inggris dan Spanyol menyebut pertemuan Manchester United dan Barcelona dalah final impian. Kedunya adalah juara liga domestik, dan tim paling sukses di lapangan sepanjang musim 2010/2011," ujar Chadwick.

"Pertemuan mereka akan menghasilkan £173 juta, dan menjadi final paling bergelimang uang dalam sejarah sepakbola Eropa," lanjutnya.

Manchester United dan Barcelona, masih menurut Chadwick, adalah most valueable football brands. Keduanya memiliki fans fanatik di seluruh dunia, dan menguasai pasar global.

Banjir uang tidak hanya dinikmati kedua klub, tapi juga kota London. Chadwick memperkirakan London akan kebanjiran £45 juta, dari uang yang dikeluarkan fans kedua klub.

Kota asal kedua klub; Manchester dan Barcelona, masing-masing akan menerima pemasukan £15 juta karena terjadinya peningkatan wisatawan, dan peningkatan belanja penduduk.

Studi lain menyebutkan final Liga Champions kali ini akan mencetak rekor penonton dari Amerika Latin. Setidaknya akan ada 12 pemain asal Amerika Latin yang akan bertanding di final Liga Champions malam ini.

Sumber : goal.com

MU Menanti Keajaiban Camp Nou Terulang

Manchester United
Sheringham yakin MU yang akhirnya akan mengangkat trofi.

Mantan pemain Manchester United Teddy Sheringham mempredisikan laga final Champions League, dini hari nanti, akan berjalan alot. Namun Sheringham yakin MU yang akhirnya akan mengangkat trofi.

Sheringham bahkan sangat yakin keajaiban di Camp Nou pada final Champions League 1999 akan kembali terulang di Wembley nanti. Saat itu, MU berhasil mengalahkan Bayern Munich 2-1 setelah tertinggal lebih dahulu lewat gol Mario Basler.

Dan keajaiban di Camp Nou terjadi di masa injury time saat Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer berhasil mencetak dua gol untuk memastikan MU mengangkat trofi termegah antar klub Benua Biru.

"Pada final 1999 di Camp Nou, Bayern Munich mendikte kami selama 89 menit. Terutama setelah Mario Basler membuat Bayern unggul di menit-menit awal," kenang Sheringham dilansir Goal, Sabtu 28 Mei 2011.

"Saya menyamakan kedudukan menit ke-90, dan Ole Gunnar Solkasjer, yang saat itu dijuluki pembunuh berwajah bayi, menentukan kemenangan Setan Merah," lanjut Sheringham.

Sheringham sendiri sangat yakin jika duel di Wembley ini akan lebih ketat dibanding final dua tahun silam di Roma. Saat itu, pemain MU harus merelakan trofi diangkat Lionel Messi cs.

"Saya yakin lini belakang Barca akan sibuk mengawasinya sepanjang laga, dan tak cukup berani naik membantu serangan. Saya tidak akan terkejut jika pemenangan laga ini diputuskan di masa injury time, dan Manchester United yang mengangkat trofi itu," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Sheringham juga memberikan masukan kepada tim besutan Sir Alex Ferguson,"Terkadang, MU terlalu khawatir dengan Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta. Ketiganya memang pemain hebat, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa jika Barcelona bermain setengah lapangan sepanjang laga."

Sumber : bola.vivanews.com

Barca-MU Lebih Penting Dibanding Kencan

Manchester United vs Barcelona
London - Kabar buruk bagi para gadis di belahan Eropa yang mempunyai pacar penggemar sepakbola. Acara kencan di Sabtu (28/5) nanti malam boleh jadi berantakan. Pasalnya, hasil dari salah satu survei menunjukkan jika para pria (fans) lebih mementingkan pertandingan final Liga Champions antara Barcelona dan Manchester United ketimbang berkencan dengan kekasih mereka.

Survei dimaksud digelar Heineken, perusahaan produksi bir terkenal dari Denmark yang menjadi sponsor Liga Champions. Hasil survei yang dilakukan terhadap 5.638 pria penggemar sepakbola yang tersebar di 15 negara itu menunjukkan bahwa lebih dari setengah jumlah responden lebih memilih berangkat ke Wembley Stadium guna menyaksikan laga bergengsi tersebut ketimbang malming dengan pacarnya, bahkan dengan supermodel sekalipun!

Dari jumlah respoden sebanyak itu, 62 persen di antaranya juga memilih meninggalkan pesta teman kencannya ketimbang absen menyaksikan adu tanding antara Lionel Messi dan Wayne Rooney. Sementara, demi partai final, sekitar 48 persen atau 2.700 fans bakal menunda pertemuan penting dengan bosnya masing-masing. Yang tak kalah “gawatnya”, di Thailand, tiga dari 10 pria bakal berangkat ke Wembley andaikata diberikan tiket gratis ketimbang menyaksikan kelahiran anaknya masing-masing. Sebesar itukah daya tarik final Liga Champions?

Sumber : bola.liputan6.com

Gurita Iker Ramal Manchester United Juara

Manchester United vs Barcelona
Gurita Iker memprediksi Manchester Unitd akan menjadi juara Liga Champions musim ini mengungguli Barcelona.

Iker, si gurita paranormal, membuat prediksi mengenai siapa yang akan memenangi final Liga Champions di akhir pekan.

Dari dua tim, Barcelona dan Manchester United, penghuni Sea Life Aquarium di utara resort Benalmadena, Spanyol itu memiliki wakil Inggris sebagai juara musim ini.

Caranya, Iker mengambil ikan sarden dan memakannya dari wadah berbendera Manchester United.

Namun Barcelona tak perlu khawatir dengan prediksi ini. Pasalnya, dalam ramalan sebelumnya, mengenai tim yang menembus final antara Real Madrid dan Barcelona, Iker membuat prediksi yang tidak tepat.

Sumber : goal.com

Kamis, 26 Mei 2011

Abu Vulkanik, Pep Khawatir Barca Minim Fans

Fans Barcelona
Jika abu vulkanik masih mengancam penerbangan akan sulit bagi fans datang ke Inggris.

Debu vulkanik erupsi Gunung Grimsvotn di Islandia yang meletus akhir pekan lalu, sudah mencapai wilayah udara Inggris dan mengganggu penerbangan di Eropa.

Tim Barcelona yang tidak bisa mendarat di Inggris untuk laga Final Piala Champions melawan Manchester United, terpaksa harus melakukan perjalanan darat untuk tiba di Inggris.

Sebab, laga penentuan juara Liga Champions musim ini akan ditentukan di Wembley, Inggris, Minggu 29 Mei 2011 WIB atau Sabtu 28 Mei 2011 waktu setempat.

Pep Guardiola mengaku risau dengan kondisi ini. Ia khawatir, abu akan mengganggu jalannya pertandingan dan memupuskan ambisi Barcelona menjuarai Liga Champions tahun ini.

Kondisi serupa pernah dialami Barcelona. Kala itu, erupsi Gunung Eyjafjallajokull, di Islandia menjadikan timnya harus melalui jalur darat saat bertamu ke kandang Inter Milan di leg pertama semifinal Liga Champions, musim lalu. Alhasil, Barca kalah 1-3. Meski menang 1-0 di leg kedua, Barca kalah agregat sehingga gagal menembus final.

Kekhawatiran lain adalah, Guardiola tidak ingin abu vulkanik Gunung Grimsvotn mengganggu kadatangan suporter Barcelona, yang seharusnya sudah tiba terlebih dahulu sebelum tim.

"Saya berharap para suporter juga bisa tiba di sana (Wembley). Tidak ada artinya jika kami bertanding tanpa dukungan maksimal dari mereka," ujar Guardiola seperti dilansir The Sun.

Apalagi, Guardiola pernah merasakan minimnya dukungan fans saat Barca bermain di Stadio Giuseppe Meazza tahun lalu. Ia berharap, kali ini tidak ada lagi kejadian serupa.

"Ketika itu, sekitar 12 ribu pendukung Barcelona yang diharapkan memenuhi setengah dari stadion Giuseppe Meazza, gagal sampai. Dan pertandingan tetap jalan dengan kekalahan kami," jelasnya menyesalkan. "

Tahun ini, jika kondisi masih tetap sama (abu vulkanik masih mengancam penerbangan) akan sulit bagi fans bisa datang ke Inggris. "Karena kami tahu mereka datang ke Wembley tidak lain untuk sambut kemenangan kami,"  tutur pelatih asal Spanyol itu.

Sumber : bola.vivanews.com

Gerard Pique: Pep Guardiola Mister, Alex Ferguson Bos

Gerard Pique - Barcelona
Gerard Pique tetap menaruh respek pada manajer Sir Alex Ferguson.
Bek Barcelona Gerard Pique kembali bertemu mantan koleganya saat menghadapi Manchester United di final Liga Champions di Wembley, Sabtu (28/5). Pique meninggalkan United tiga tahun lalu karena tak bisa menggeser duet Rio Ferdinand-Nemanja Vidic.

Setelah empat tahun di Old Trafford, bek berusia 24 ini kemudian bergabung dengan Barca. Menariknya, Pique justru meraih sukses besar. Dirinya sudah tiga kali memenangi La Liga Spanyol. Pique juga turut meraih trofi Liga Champions dengan menaklukkan bekas klubnya pada 2009 dan Piala Dunia Antarklub.

Sukses di Barca tak membuat Pique kehilangan respek pada manajer United Sir Alex Ferguson. Dia juga berpamitan langsung kepada Ferguson saat memutuskan untuk pergi. Ini menjadikan hubungan dengan Ferguson yang dipanggilnya bos tetap baik-baik saja.

"Sir Alex tetap bos. Begitulah dia. Dia sungguh luar biasa. Dia memenangi banyak titel dan menjadi United sebagai tim terbesar di Inggris. Dia salah satu pelatih terbaik di dunia. Kami memanggil (pelatih Barca Pep) Guardiola 'Mister' yang juga berarti bos," kata Pique.

"Saya masih ingat saat meminta untuk pergi. Saya datang ke ruang kantornya dan menyampaikan langsung kalau ingin pergi. Saya sampaikan tetap menghormati dia. Saya menikmati tiga tahun yang luar biasa di United. Tapi, saya ingin pergi. Saya ingin kembali ke Barca yang merupakan rumah saya. Dia memahami dan hubungan kami tetap baik-baik saja," jelasnya.

Pique mengakui kembali bertemu para sahabat dekatnya di Wembley. Namun ditegaskannya selama pertandingan, dia harus melupakan persahabatan itu.

Sumber : goal.com

Bos Liverpool Ulas Kekuatan Barcelona-MU

Manchester United vs Barcelona
Kenny Dalglish yakin, Alex Ferguson memiliki trik khusus untuk mengalahkan Barcelona.
Final Liga Champions 2011 mempertemukan Barcelona VS Manchester United (MU), yang berlangsung di Stadion Wembley Inggris, pada 28 Mei 2011 atau 29 Mei 2011 waktu Indonesia.

Sungguh, ini merupakan sebuah final ulangan dari final Liga Champions 2009 lalu. Dari sisi kualitas tim dan sepak terjangnya musim ini, inilah final idaman, final 2 tim yang saat ini merajai di liganya masing-masing.

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish menilai, meski Barcelona lebih diunggulkan lantaran memiliki tiga pemain kunci, tapi, pelatih Sir Alex Ferguson yang sudah kawakan, tentu memiliki trik khusus untuk merebut trofi Champions dari raksasa Spanyol itu.

Barcelona mungkin beruntung memiliki tiga pemain terbaik dunia, Lionel Messi (pertama), Andres Iniesta (kedua), dan Xavi (Hernandez) ketiga. Dalglish kemudian membandingkan kesuksesan Barca karena trio pemainnya dengan MU yang memiliki duet maut, Wayne Rooney dan Javier Hernandez.

"Ketika anda memiliki tiga pemain dalam satu tim yang dinominasikan menjadi pemain terbaik dunia, maka itu akan sangat berguna," ujar Dalglish.

"Wayne Rooney bukan pemain jelek, sama halnya dengan Javier Hernandez setelah menjalani musim yang bagus. Jadi, kita tinggal duduk dengan rileks dan menonotonnya. Tentu itu bukan masalah bagi kita," lanjutnya.

Barcelona memang cenderung lebih banyak diunggulkan, tapi Dalglish mengingatkan Barca untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, Ferguson memiliki strategi kejutan untuk melawan tim Catalan tersebut. Pertandingan nanti bukan sekadar tiga unggulan Barca lawan dua harapan MU.

"Sabtu nanti akan menjadi pertarungan yang sengit untuk kedua klub. Barcelona jelas menjadi favorit anda. Mereka harus dhentikan tapi sebenarnya mereka telah berhenti. Aku yakin Fergie telah menyadari ada kesenjangan pada pasukannya tapi mereka adalah tim fantastis yang bagus untuk ditonton," ujar Dalglish kepada SkySport.

Mantan pemain yang turut membawa Liverpool tiga kali menjuarai kompetisi Eropa itu mengganggap pertandingan nanti akan sulit ditebak. Segalanya bisa terjadi pada final yang sedianya akan diadakan di Stadion Wembley, Sabtu 28 Mei 2011 itu.

"Sangat sulit menebak seperti apa pertadingan nanti. Seseorang bisa mendapat kartu merah di menit pertama atau bisa bermain sangat fantastis," ungkap Dalglish.

Memang, secara statistik tim, berdasarkan data di situs UEFA, dari perjalanan menuju final, Barcelona lebih unggul dibanding Manchester United. Dalam mencetak gol, Barca dengan 27 gol lebih produktif dibanding MU yang hanya 18 gol di Liga Champions.

Selain dari perbandingan gol, yang menarik adalah dari penguasaan bola, Barca dan MU sama-sama selalu mendominasi pertandingan dengan pengusaan bola yang dominan, Barcelona (62%) sedangkan MU (58 %).

Sumber : bola.vivanews.com

Ini Penghormatan MU untuk Van der Sar

Edwin van der Sar
Penghormatan diberikan kepada Edwin van der Sar yang akan pensiun musim ini.

Kiper Manchester United Edwin van der Sar segera mengakhiri karir sepakbolanya musim ini. Laga final Liga Champions melawan Barcelona akan menjadi penampilan terakhir kiper berusia 40 ini.

Sebagai penghargaan untuk pemain asal Belanda itu, semua pemain United sepakat Van der Sar dan Vidic menjadi pemain pertama bersama kapten Nemanja Vidic yang mengangkat trofi Liga Champions bila the Red Devils mengalahkan Barcelona dan tampil sebagai juara di Wembley, Sabtu besok, 28 Mei 2011.

Pada final Champions 2008, kapten Rio Ferdinand yang mengangkat trofi bersama Ryan Giggs. Ini sebagai penghormatan terhadap Giggs yang melampaui rekor bermain Bobby Robson di United.

Di final itu, Van der Sar tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan penalti Nicolas Anelka. Kini, Van der Sar yang mengangkat trofi Champions pertama kali bersama Ajax Amsterdam, ingin menuntaskan dendam saat kembali bertemu Barca. Pasalnya, dua tahun lalu, United gagal mempertahankan trofi itu setelah kalah 2-0.

"Anda akan selalu memikirkannya saat kalah ketimbang saat menang. Saat menang, Anda akan langsung menyimpan medali di lemari atau di kotak penyimpanan di bank. Saat kalah, Anda tahu ada sesuatu yang melewati di antara jari-jari Anda. Ini membuat Anda lebih termotivasi," ujar Van der Sar dikutip Goal.

"Sabtu akan menjadi hari besar bagi siapa pun di United, tidak hanya saya. Untuk itu dibutuhkan penyelamatan, komunikasi pengalaman dan motivasi. Semua harus disatukan agar Anda bisa bertahan dengan baik," jawabnya.

Sumber : bola.vivanews.com

CR7 Tak Masuk "Liga Champions XI"

Cristiano Ronaldo - Real Madrid
Zurich - UEFA secara resmi merilis Team of the Year Liga Champions musim 2010-2011. Yang paling mengejutkan, striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo (CR7), tak masuk dalam daftar tersebut.

Ronaldo sangat tajam musim ini. Secara keseluruhan, ia mampu menjaringkan 53 gol di semua kompetisi. Di Liga Champions, CR7 melesatkan enam gol dari 12 partai. Sayangnya, hal ini ternyata tak mengangkat namanya di mata para pemberi suara dan juri.

Mereka lebih memilih Raul Gonzalez (Schalke 04) sebagai tandem Lionel Messi (Barcelona) di lini depan. Raul dianggap lebih sukses karena sanggup mengantar klub kecil, seperti Schalke, lolos ke babak empat besar.

Dua finalis musim ini, yakni Manchester United dan Barca, masing-masing menyumbangkan tiga pemain. MU diwakili Edwin Van der Sar, Nemanja Vidic, dan Ryan Giggs. Adapun Barca diwakili Messi, Gerard Pique, dan Andres Iniesta. Nama-nama beken lain, macam Xavi dan Wayne Rooney, tersingkir dalam daftar ini.

Berikut Team of the Year Liga Champions 2010-2011:
Kiper :
Edwin Van der Sar (Manchester United)
Bek : Darijo Srna (Shakhtar Donetsk), Gerard Pique (Barcelona), Nemanja Vidic (Manchester United), Marcelo (Real Madrid)
Gelandang : Mesut Oezil (Real Madrid), Andres Iniesta (Barcelona), Ryan Giggs (Manchester United), Gareth Bale (Tottenham Hotspur)
Striker : Lionel Messi (Barcelona), Raul Gonzalez (Schalke 04)

Sumber : bola.kompas.com

Rabu, 25 Mei 2011

Ini Dia Bocoran Starter MU Lawan Barcelona

Manajer MU - Sir Alex Ferguson
Top skor Dimitar Berbatov dan winger Luis Nani harus rela duduk manis.

Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson masih menyimpan rapat sebelas pemain inti (starter) yang akan diturunkannya saat melawan Barcelona di Final Champions League akhir pekan ini. Namun, media di Inggris mengklaim telah mengantungi bocoran daftar starter skuad MU.

Menurut harian The Sun, Fergie sepertinya akan menurunkan starting line-up yang sama saat MU menaklukkan Schalke di babak semifinal leg 1. Pada laga yang digelar di Jerman itu, MU mampu menang 2-0.

"Kami punya beberapa penampilan fantastis di Eropa tapi saya pikir ini menjadi satu yang terbaik," ujar Ferguson saat itu.

Berarti, top skor Dimitar Berbatov dan Luis Nani yang terpilih sebagai pemain terbaik MU pilihan pemain, harus rela duduk manis di bangku cadangan. Penyerang dan sayap merupakan posisi yang paling sering dirombak Ferguson.

Berba dan Nani harus merelakan tempat kepada Javier 'Chicharito' Hernandez dan Antonio Valencia. Fergie sepertinya cukup puas dengan duet Chicharito dan Wayne Rooney.

Ferguson juga akan menurunkan Ryan Giggs meskipun gelandang veteran ini tengah tersandung skandal seks. Ia akan mendampingi Michael Carrick di lini tengah Iblis Merah. Sedangkan Park Ji-Sung akan menempati sisi kiri di mana Valencia akan menyisir sisi kanan.

Di depan kiper Edwin van der Sar, Sir Alex Ferguson kemungkinan mengandalkan kuartet Fabio da Silva, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand dan Patrice Evra.

Partai Final Champions League sendiri akan digelar di Stadion Wembley, London pada Sabtu 28 Mei 2011 mendatang.

Sumber : bola.vivanews.com

Road To Wembley 2011: Manchester United

Barcelona vs Manchester United
Manchester United melaju ke final Liga Champions 2011 sebagai tim pertama yang tidak pernah kemasukan dalam laga tandang.

Perjalanan Manchester United di Liga Champions musim ini cukup mulus, meskipun skuad asuhan Sir Alex Ferguson mengawali penampilan mereka di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut dengan sedikit mengkhawatirkan yaitu ditahan imbang tanpa gol oleh Glasgow Rangers di Old Trafford. Namun setelah pertandingan tersebut United seakan tidak terbendung dan berhasil melaju ke final dengan tanpa kalah sama sekali.

Babak Penyisihan Grup (Grup C)

Tergabung di grup C bersama Valencia, Glasgow Rangers dan Bursaspor, membuat Manchester United menjadi unggulan teratas. Tetapi penampilan perdana United di Liga Champions membuat banyak pihak khawatir, skuad Ferguson secara mengejutkan ditahan imbang tanpa gol oleh Rangers di Old Trafford.

Tetapi di pertandingan-pertandingan selanjutnya, United mulai bangkit. Bermain di kandang Valencia, Javier Hernandez atau Chicharito membuat United pulang dengan tiga angka berkat golnya di menit ke-85. United kembali meraih tiga angka saat menjamu Bursaspor dengan skor 1-0 atas gol tunggal Nani di menit ke-tujuh.


Enam angka tersebut membuat United semakin percaya diri dan kemudian merengkuh enam poin krusial ketika bertandang ke Turki dan Skotlandia. Dan hasil imbang 1-1 dengan Valencia di Old Trafford sudah cukup untuk meloloskan United sebagai juara grup C, unggul tiga poin atas wakil Spanyol tersebut.


Babak Perdelapan-Final

Manchester United berhasil menjaga keperawanan gawang mereka di pertandingan tandang di babak ini. Menghadapi wakil Prancis Marseille, United berhasil menahan imbang 0-0 di stadion Velodrome, Marseille, Prancis di pertandingan leg pertama.


Pada leg kedua, Manchester United berhasil membekuk Marseille dengan skor tipis 2-1. Dua gol Manchester United dicetak oleh Chicharito di masing-masing babak, sementara gol balasan dari Marseille dicetak oleh Wes Brown yang membuat gol bunuh diri di menit ke-81.


Babak Perempat Final

Pada babak ini, Manchester United bertemu dengan rival mereka di Liga Primer Inggris, yaitu Chelsea. Bermain di Stamford Bridge di leg pertama, United sangat berpotensi kemasukan gol untuk pertama kalinya ketika melakukan laga tandang, dan hal tersebut dapat membuat United gagal menjadi tim pertama yang melaju ke final tanpa kemasukan gol tandang.


Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, United tetap menjaga rekor tidak kebobolan di laga tandang dan skuad Ferguson berhasil membukukan kemenangan tipis 1-0 di Stamford Bridge berkat gol tunggal yang dicetak oleh Wayne Rooney di menit ke-24. Pada leg kedua, performa United tetap prima dan mendominasi permainan, hasilnya United kembali menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 di Old Trafford.


Babak Semi-Final


Manchester United menghadapi lawan yang tidak terduga di babak ini. Skuad asuhan Ferguson tersebut mendapatkan tantangan dari Schalke 04 yang secara mengejutkan berhasil menyingkirkan sang juara bertahan, Inter Milan, di babak perempat-final dengan agregat yang sangat mencolok yaitu 7-3.

Tetapi ternyata kegemilangan Schalke saat menyingkirkan Inter Milan tidak dapat mereka ulangi saat menghadapi Manchester United. Bahkan skuad asuhan Ferguson tersebut dapat dikatakan menang mudah atas wakil dari Jerman tersebut. Bermain di Gelsenkirchen pada leg pertama, United mendominasi permainan dan mampu mengalahkan tuan rumah Schalke dengan skor 2-0. Pada leg kedua di Old Trafford, United kembali mengemas kemenangan dan kali ini dengan skor telak 4-1.


Dengan kemenangan tersebut Manchester United memastikan diri menjadi salah satu klub yang akan berlaga di partai puncak Liga Champions yang akan digelar di Wembley pada hari Minggu dini hari (29/05) menghadapi wakil asal Spanyol, Barcelona. Dan United menjadi tim pertama yang berhasil melaju ke final Liga Champions tanpa kemasukan di partai tandang.

Sumber : goal.com

Jelang Final Liga Champions : Vidic "Trik Kotor Barcelona Bakal Sia-sia"

Nemanja Vidic - Manchester United
Manchester - Kapten Manchester United (MU), Nemanja Vidic, menyatakan, timnya tidak akan akan terpancing trik-trik kotor yang kemungkinan diperagakan oleh Barcelona pada final Liga Champions, Sabtu (28/5/2011).

Tudingan bahwa Barca suka memperagakan trik-trik kotor pernah disampaikan Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu berpendapat, pemain-pemain Barca suka memprovokasi wasit untuk mengeluarkan kartu dengan bertindak terlalu berlebihan ketika dilanggar oleh timnya.

Sejumlah kalangan berpendapat, Barca akan mengusung hal serupa pada partai final nanti. Namun, Vidic menyatakan, timnya akan mengantisipasi hal tersebut dengan bersikap tenang.

"Kami harus fokus dan berkonsentrasi. Itu tidak akan menjadi masalah besar untuk ditangani ketika hal itu terjadi," kata Vidic.

"Jelas pemain mereka memiliki mental yang berbeda daripada kami. Namun, hal itu (trik-trik kotor) bukan masalah bagi kami. Mereka mungkin melakukan hal itu, tapi kami tidak akan terpengaruh," ungkap Vidic.

"Setan Merah" sendiri memiliki pemain yang mudah terprovokasi. Wayne Rooney dan Rafael terkenal mudah terpancing emosinya. Vidic yakin kedua pemain tersebut tidak akan terprovokasi pada pertandingan nanti.

"Aku tidak ragu dengan mentalitas yang dimiliki pemain di tim ini dan kemampuan mereka untuk menangani hal ini," ucap pemain Serbia itu.

Meski begitu, Vidic berharap wasit bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak terpengaruh oleh trik-trik kotor yang kemungkinan diperagakan Barca. "Wasit pada pertandingan nanti mungkin akan menjadi wasit terbaik. Aku berharap dia bisa mengatasi itu," kata Vidic.

Sumber : bola.kompas.com

Jelang Final Liga Champions 2010/2011 : Darah Muda, Senjata United Taklukkan Barca

Pemain Manchester United
Manchester - Darah muda yang mengalir di tubuh Wayne Rooney, Javier Hernandez, Antonio Valencia dan Luis Nani diyakini Sir Alex Ferguson bisa menjadi ‘senjata’ yang mampu menaklukkan Barcelona pada laga final Liga Champions akhir pekan depan.

Pelatih Manchester United tersebut paham kalau empat pilar serangan The Reds Devils yang masih layak disebut belia bisa membuat gebrakan nantinya, terlebih saat ini mereka sama-sama dalam pakem permainan terbaik.

“Jika melihat pemain macam apa yang kami miliki sekarang, maka Anda bisa berharap mereka akan membuat gebrakan,” ujar Ferguson.

“Rooney sedang tampil bagus dalam dua atau tiga bulan belakangan. Begitu juga dengan Hernandez dan Valencia yang masih segar,” sambungnya seperti dikutip Goal, Senin (23/5/2011).

Berbicara tentang gaya permainan yang akan diterapkan pada pertandingan krusial di Wembley, Ferguson mengaku tetap bakal memerintahkan agar semua anak asuhnya tidak terlalu fokus kepada lawan. Pria asal Skotlandia mau Ryan Giggs dkk juga tetap konsentrasi kepada dirinya sendiri.

“Berbahaya jika kami terlalu mempedulikan mereka. Karenanya saya memerintahkan pemain lebih fokus kepada permainan sendiri. Barcelona tetap favorit. Yang akan kami dilakukan ialah sesering mungkin memotong passing mereka dari lapangan tengah,” tuntas pelatih yang akrab disapa Fergie. 

Sumber : bola.okezone.com

Jelang Final Liga Champions : Pujian Messi untuk Chicharito

Lionel Messi - Barcelona
Barcelona - Lionel Messi memperingati barisan belakang Barcelona agar berhati-hati menghadapi striker belia Manchester United, Javier “Chicharito” Hernandez.

Bukan Wayne Rooney yang dikhawatirkan Messi dalam duel final Liga Champions di Stadion Wembley, Sabtu (28/5/2011). Menurutnya, Chicharito lebih berbahaya lantaran tengah dalam performa terbaik musim ini.

Alasan Messiah mencemaskan permainan Chicharito terbilang wajar. Pemain favorit pilihan fans ini langsung tampil cemerlang dalam debutnya di Premier League. Striker Meksiko mencetak 20 gol dari total 44 pertandingan.

“Mereka (United) kuat dan bertalenta di semua lini. Mereka juga sangat baik di lini depan,” kata Messi kepada reporter.

“Jika saya harus memilih pemain diantara mereka, saya akan katakan Chicharito,” aku pemain 23 tahun, sebagaimana diwartakan Goal, Rabu (25/5/2011).

“Dia dalam performa terbaik, dia striker yang mampu berlari setiap saat dan sangat cepat, memiliki skill, serta cerdas dalam menempati posisi,” puji Messi.

Kendati demikian, Messi juga tak melupakan kehebatan Rooney yang di pertengahan musim mulai menemukan kembali penampilan terbaiknya. “Saya juga tak melupakan Rooney, yang kadang memiliki peran sama seperti saya,” tandasnya.

“Dua pasangan ini sangat berbahaya,” pungkasnya, menyikapi penampilan Wazza dan Chicharito.

Sumber : bola.okezone.com