Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

MU Bawa Trofi Juara ke Indonesia

Manchester United
Jakarta - Manchester United melalui situs resminya mengumumkan akan menggelar tur trofi Liga Primer Inggris ke Asia. Indonesia akan menjadi salah satu negara yang dikunjungi pada 29-30 Juni mendatang.

Hongkong menjadi tempat pertama yang dikunjungi trofi "Setan Merah". Trofi itu tiba bersama gelandang Park Ji-sung, hari ini (23/6/2011). Tempat tujuan berikutnya adalah Indonesia, lalu Thailand (1 Juli) dan Malaysia (3 Juli).

"Kami tahu, betapa besar respon para suporter kami di Asia di halaman Facebook kami yang punya anggota 16 juta orang," ujar Direktur Komersial MU, Richard Arnold.

"Kami juga tahu bagaimana pendukung kami merayakan titel ke-19 yang historis tersebut. Jadi, kami ingin memastikan mereka menjadi bagian dari sejarah itu dengan membawa trofi ini ke mereka. Beberapa pemain menyediakan waktu di tengah liburan ini, untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada para pendukung dan ini akan menjanjikan banyak kesenangan," ucap Arnold.

MU menjuarai trofi musim lalu dengan kerja keras. Wayne Rooney dan kawan-kawan bersaing dengan Chelsea sampai pekan-pekan terakhir.

Pekan ini Jakarta sudah kedatangan trofi Piala FA yang musim lalu diraih Manchester City. Rencananya, trofi itu akan dipajangkan pada 24 hingga 26 Juni mendatang di Pekan Raya Jakarta.

Sumber : bola.kompas.com

Sabtu, 18 Juni 2011

Rahmad Darmawan Tak Bebankan Persija Jakarta Cetak Banyak Gol

Manajer Persija, Rahnad Darmawan
RD tak mau pemainnya mendapat beban tambahan saat menghadapi tim Askyar Bertuah.

Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan mengaku tidak memberikan beban kepada pemain untuk mencetak gol saat menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (19/6), dalam laga pamungkas Superliga Indonesia 2010/11.

Persija memburu peringkat dua klasemen akhir agar bisa mendapatkan peluang lolos ke kompetisi Asia musim depan. Saat ini, raihan angka Persija sama dengan Arema Indonesia, namun tim Macan Kemayoran unggul selisih gol.

Selain itu, satu tim lagi yang menjadi rival adalah Semen Padang. Persija berselisih dua poin dari tim Kabau Sirah. Namun, Semen Padang akan menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Mandala.

Karena itu, RD, sapaan Rahmad, tidak akan memberikan beban kepada anak asuhnya untuk mencetak banyak gol ke gawang PSPS, sekalipun selisih gol dengan Arema tidak besar.

“Saya hanya berharap pemain memiliki motivasi lebih tinggi dari biasanya untuk meraih kemenangan. Saya belum mau memikirkan kamu harus mencetak banyak gol. Yang penting menang. Saya tidak mau membebani pemain dengan hal seperti itu,” ujar RD.

“Kami tidak mau menganggap remeh PSPS, karena mereka adalah tim yang bagus. Mereka punya kerja sama tim yang baik. Tapi saya tidak menyiapkan strategi khusus. Kami tidak mau menghilangkan kesempatan menang di pertandingan terakhir.”

Sumber : goal.com

Selasa, 14 Juni 2011

FIFA Ingin Kongres PSSI Berjalan Lancar

PSSI
Prince Ali Bin Al-Hussein mengaku membawa mandat dari Presiden FIFA, Sepp Blatter. 

Wakil Presiden FIFA, Prince Ali Bin Al-Hussein telah merampungkan seluruh agendanya di Jakarta 11-12 Juni 2011. Setelah itu, Prince Ali lalu menjelaskan maksud kunjungannya kepada wartawan.

Agenda terakhir Prince Ali selama berada di Jakarta adalah menemui Kelompok 78 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Setelah pertemuan tersebut, angeran asal Yordania tersebut lalu menggelar jumpa pers.

Dalam jumpa pers yang digelar mulai pukul 20.30 tersebut, Prince Ali menjelaskan maksud kedatangannya ke Indonesia. Kepada wartawan, Prince Ali mengaku membawa mandat dari Presiden FIFA, Sepp Blatter.

"Saya ke sini sebagai representasi FIFA setelah menerima mandat dari Presiden FIFA, Sepp Blatter. Tujuan kedatangan saya adalah untuk memastikan Kongres berjalan dengan baik," kata Prince Ali.

Prince Ali menambahkan, kedatangannya hanya untuk mendengar aspirasi seluruh stakeholder sepakbola Indonesia. Utamanya, pihak-pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Kongres PSSI di Solo, 9 Juli 2011.

"Mari kita lepaskan soal politik. Saya datang ke sini untuk mendengar. Jadi, saya harus melihat situasi di Indonesia," katanya.

"Sepak bola Indonesia harus maju seperti yang saya lihat ketika Piala AFF. Indonesia populasinya besar dan potensial," lanjut Prince Ali.

Prince Ali tiba di Jakarta, Senin, 13 Juni 2011. Prince Ali rencananya akan bertemu dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun acara ini batal, karena SBY sedang menghadiri Sidang Umum ILO di Swiss.

Selama di Jakarta, Prince Ali bertemu dengan berbagai pihak, mulai Menpora, Andi Mallarangeng, Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, Kelompok 78, pengusaha Arifin Panigoro dan KSAD, George Toisutta. Arifin dan George merupakan kandidat yang dilarang FIFA maju pada Kongres PSSI.

"Yang pertama saya harus melaporkan semua informasi yang saya dapat di sini. Saat ini saya bukan dalam posisi memutuskan. Saya harus meletakan semuanya bersama. Ini bukan soal politik," ujar Prince Ali.

"Saya datang ke sini untuk membantu Indonesia. Ini isu besar karena mempengaruhi perkembangan sepak bola di Asia. Saya juga akan bertemu ketua AFC," pungkas pria berusia 35 tahun tersebut.

Acara jumpa pers digelar di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Dalam acara ini, Prince Ali didampingi oleh tim sukses Arifin-George, Bob Hippy, dan Halim Mahfudz bersama beberapa anggota Kelompok 78.

Kamis, 09 Juni 2011

Jadi Bintang Iklan, Irfan Bachdim Terinspirasi Cristiano Ronaldo

Irfan Bachdim
Jakarta - Pesepakbola Irfan Bachdim kini laris menjadi seorang model. Irfan mengaku mau menjadi model setelah terinspirasi Cristiano Ronaldo yang sukses di luar pekerjaannya sebagai atlet.

"Idola saya Cristiano Ronaldo, itu juga salah satu alasannya saya ambil pekerjaan ini (bintang iklan)," ujar kekasih Jennifer Kurniawan itu saat ditemui di acara 'Clear Nutrium 10', X2, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2011).

Irfan pun sangat bersyukur bisa mendapat pekerjaan sebagai bintang iklan. Dalam waktu dekat ini, pemain Persema Malang itu juga akan menyuguhkan aktingnya dalam film 'Tendangan dari Langit'.

"Ya ini merupakan kehormatan besar buat saya, merupakan kebanggaan dan kesempatan yang tak bisa saya lepaskan," ucapnya.

'Tendangan dari Langit' akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Selain Irfan, film produksi Sinemart itu juga dibintangi Kim Kurniawan dan beberapa bintang baru hasil audisi.

Sumber : detikhot.com

Inilah Nominasi Tim "All Star" Perang Bintang

Jakarta - Perang Bintang kembali digelar oleh PT Liga Indonesia pada musim ini. Pertandingan bergengsi ini akan mempertemukan Persipura Jayapura sebagai juara LSI dengan Tim Bintang (All Stars) LSI di Stadion Mandala, Jayapura, pada 26 Juni. Tim All Stars akan dipilih oleh masyarakat melalui mekanisme SMS.

Liga melalui tim Techninal Study Group telah menentukan 64 pemain yang merupakan pemain terbaik, baik lokal maupun asing, yang berlaga selama kompetisi. Mekanisme pengumpulan SMS telah berkerja sama dengan Vivanews dalam memilih para pemain All Stars tersebut.

Pecinta sepak bola Indonesia dapat mulai mengirimkan dukungan terhadap pemain idola mereka melalui SMS ke 9981 dengan format PB spasi KODE NAMA/NAMA KAMU spasi DOMISILI. Pengumpulan SMS akan ditutup pada 19 Juni nanti.

Hasil tersebut menentukan sebanyak 18 pemain untuk masuk ke dalam tim All Stars dengan komposisi dua penjaga gawang, enam pemain belakang, enam pemain tengah, dan empat pemain penyerang. Pemain-pemain asal Sriwijaya FC mendominasi calon pemain tim All Stars.

Ada 11 pemain "Laskar Wong Kito" yang menjadi nomine, selanjutnya Persib Bandung yang menyumbangkan 10 pemain.

Berikut nomine tim All Stars:
Penjaga gawang
Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC)
I Made Wardhana (Pelita Jaya)
Kurnia Meiga (Arema)
M Haris Maulan (Persib Bandung)
M Yasir (Persijap Jepara)
Syamsidar (Semen Padang)

Pemain belakang
Armand Bossoken (PSPS Pekanbaru)
Claudiano Alves (Sriwijaya FC)
Christoper Ross Doig (Pelita Jaya)
David Ngan Pagbe (Semen Padang)
Edi Hafid Murtado (Pelita Jaya)
Evaldo Silva (Persijap Jepara)
Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC)
Herman Abanda (Persib)
Maman Abdurahman (Persib)
Mijo Dadic (Persiba)
Park Chul Hyung (Semen Padang)
Purwaka Yudi (Arema)
Thierry Gathussi (Sriwijaya FC)
Wildansyah (Persib)

Pemain tengah
Ahmad Bustomi (Arema)
Arif Suyono (Sriwijaya FC)
Dendi Santoso (Arema)
Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
Eka Ramdani (Persib)
Esteban Vizcarra (Semen Padang)
Esteban Guillen (Arema)
Ferdinand Sinaga (Persiwa)
Foday Boakay Eddy (Persiwa)
Hilton Moreira (Persib)
Ismed Sofyan (Persija)
Joko Sasongko (Pelita Jaya)
Mahardiga Lasut (Sriwijaya FC)
Mijan Radovic (Persib)
M Nasuha (Persija)
M Ridhuan (Arema)
M Ilham (Persija)
M Ridwan (Sriwijaya FC)
Ponaryo Astaman (Sriwijaya FC)
Roman Chmelo (Arema)
Ronald Fagundez (Persisam)
Shogei Matsunaga (Persib)
Supardi (Sriwijaya FC)
Symasul Haeruddin (Persija)
Zulham Zamrun (Persela)
Zulkifli Sukur (Arema)

Pemain depan
Agu Casmir (Persija)
Airlangga Sucipto (Persib)
Alberto Goncalves (Persijap)
Bambang Pamungkas (Persija)
Budi Surdasono (Sriwijaya FC)
Cristian Gonzales (Persib)
Edward Junior Wilson (Semen Padang)
Aldo Barreto (Persiba)
Greg Nwokolo (Persija)
Herman Dzumafo (PSPS)
Jajang Mulyana (Sriwijaya FC)
Julio Lopez (Persisam)
Marcio Souza (Deltras)
Noh Alam Shah (Arema)
Safee Sali (Pelita Jaya)
Oliver Makor (Persija)
Yongki Aribowo (Arema)

Sumber : bola.kompas.com

Rabu, 08 Juni 2011

Seruan Perdamaian Viking dan The Jak

Suporter Persib dan Persija
Bandung - Sebagai Duta Perdamaian Sepakbola, Eka Ramdani mengaku suporter sepakbola harus memahami perbedaan sudut pandang yang terjadi. Ditemui di sela-sela launching Peace Generation United Football & Charity For Peace, kapten Persib ini juga menaruh harapan fans Bandung maupun Jakarta mau berdamai.

Eka yang menjadi duta dalam gelaran bertajuk Kick For Peace 2011 menyerukan perdamaian di antara suporter bukan hanya sebagai slogan semata. Kick For Peace sendiri merupakan pertandingan dan turnamen futsal yang bertujuan untuk mempromosikan toleransi dan mendukung program meruntuhkan tembok prasangka.

Saat ditanya apakah perdamaian juga harus dilakukan kubu Viking selaku pecinta berat Persib terhadap The Jak yang fanatik pada Persija, Eka menjawab dengan senyuman. Meski tidak menegaskan bahwa harus diadakan rekonsiliasi, Eka mengisyaratkan sudah saatnya pendukung sepakbola tidak lagi membawa aroma dendam.

“Sudah saatnya perdamaian juga terjadi di dalam tubuh suporter,” jelas pemain yang didaulat jadi duta karena dinilai punya visi dan misi dalam mengusung perdamaian.

Sebagai pemain yang dibesarkan Maung Bandung, Eka dikenal sebagai orang yang tidak tenggelam dalam permusuhan kedua suporter. Bahkan, pemain kelahiran Purwakarta ini pernah mengenakan kaos bertuliskan " Where Are You When We Lose? " yang ditujukan kepada bobotoh. Kala itu, Eka mengenakannya saat Persib menggilas Persiba Balikpapan dengan skor 5-1.

Di sisi lain, Kick For Peace merekrut atlet pelajar dan mahasiswa dari Papua, Banjarmasin, Gorontalo, Aceh, Jawa dan Sunda. Selain itu, dari Amerika juga turut terlibat dalam pelatihan yang dilakukan bersama selama lima hari (4-8 Juni).

Sumber : bola.okezone.com

Kamis, 02 Juni 2011

Jakmania Pesimistis "Macan Kemayoran" Juara

Suporter Persija, The Jak Mania
Jakarta - Pendukung Persija Jakarta atau yang biasa disebut Jakmania mengaku tak yakin "Macan Kemayoran" dapat menjadi juara Liga Super Indonesia (LSI) musim ini. Pasalnya, LSI tinggal menyisakan lima pertandingan lagi, sementara Bambang Pamungkas dan kawan-kawan kini tertinggal cukup jauh dari Persipura Jayapura.

Sejak musim bergulir, Persija memasang target juara sebagai harga mati. Sebab, sudah 10 tahun Persija tak merasakan manisnya gelar juara. Sayangnya, hal ini menemui kendala karena Persipura begitu konsisten di puncak klasemen. Adapun Persija performanya naik-turun. Terakhir, Persija ditahan imbang Sriwijaya FC 3-3, akhir pekan lalu.

"Harus sapu bersih, tidak ada yang tersisa jika ingin juara. Apalagi kemaren waktu lawatan ke Sriwijaya gagal mendapatkan nilai penuh. Padahal, Persija unggul lebih dulu 2-0. Akhirnya bisa disusul tim tuan rumah," seru, Sekjen Jakmania, Richard Achmad Suprianto, saat dihubungi wartawan, Kamis (2/6/2011).

Menurut Richard, ada kelemahan signifikan yang terlihat dari "Macan Kemayoran" musim ini. "Ini akibat lemahnya barisan belakang Persija. Sebenarnya target Persija adalah juara. Tetapi kalau dilihat secara hitungan, rasanya sudah tidak mungkin juara. Jakmania kecewa, sudah beberapa tahun ini Persija tidak dapat gelar," tuntas Richard.

Persija yang saat ini duduk di peringkat tiga sedang tertinggal tujuh angka dari Persipura. Jika gagal juara, Persija akan memperebutkan jatah ke Piala AFC dengan Semen Padang yang berada di posisi runner up.

Sumber : bola.kompas.com

Rabu, 01 Juni 2011

Persija & Semen Padang Perebutkan Jatah Asia

Pemain Persija
Semen Padang harus tampil minus satu pemain pilar, sedangkan Persija absen empat pemain.

Persija Jakarta akan melewati pekan berat dengan menghadapi Semen Padang di Stadion Manahan, Solo, Kamis 2 Juni 2011. Disebut berat karena kedua tim ini tengah memperebutkan posisi Runner Up agar bisa lolos ke kompetisi AFC Cup musim 2011-12.

Macan Kemayoran saat ini berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan 41 poin dari 23 pertandingan. Sedangkan Laskar Kabau Sirah julukan Semen Padang berada satu strip di atas Persija dengaan 42 poin dari 24 pertandingan.

Namun, pertandingan sekrusial ini harus dijalani Persija di luar kandangnya di Jakarta setelah gagal mendapat izin untuk menggelar pertandingan hari ini. Selain itu ada empat pemain vital yang dipastikan absen. Di antaranya Oliver Makor yang memperkuat timnas Liberia, Syamsul Caeruddin (cedera), striker Bambang Pamungkas (akumulasi kartu), dan Agu Casmir (sakit).

Kehilangan pemain juga dialami Laskar Kabau Sirah yang harus tampil minus Edward Wilson. Striker Semen Padang ini juga dipanggil untuk memperkuat tim nasional Liberia. Namun, selebihnya tim asuhan Nilmaizar ini bisa turun dengan kekuatan penuh.

Sumber : bola.vivanews.com

Selasa, 31 Mei 2011

Solo Siap Jadi Tuan Rumah Kongres PSSI

Induk Sepakbola Indonesia, PSSI
Di Kota Solo, PSSI yang semula bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia diubah.

Kota Solo pernah menorehkan sejarah bagi sepakbola Indonesia. Pada 1930 kali pertama Kongres PSSI digelar dan Ir Seoratin adalah orang pertama yang dipercaya memimpin PSSI waktu itu.

Keinginan mengulang kembali sejarah manis waktu itu, pihak pemerintah kota ingin menjadikan Kota Solo sebagai tuan rumah Kongres PSSI 30 Juni mendatang.

"Bila KN masih mempercayakan saya masuk dalam jajaran keanggotaan, saya akan usulkan Solo menjadi tempat penyelenggaraan Kongres," kata Wakil Walikota Solo, FX Rudi Rudyatmo saat bincang-bincang dengan VIVAnews.com, 1 Juni 2011.

Meski sudah tidak punya kepentingan sebagai anggota Komite Normalisasi lantaran sudah menyatakan mundur, namun ia berharap Agum Gumelar memilih kota Solo menjadi salah satu tempat untuk dipertimbangkan, mengingat sejarah Solo pernah sukses menggelar kongres PSSI untuk kali pertama.

Dia berharap dengan dipertimbangkannya Solo,s semangat kelahiran PSSI yang bermula di kota ini bisa membakar semangat para peserta kongres dan melalui Solo, roh PSSI akan lahir kembali.

"Saya berharap, semua pelaksanaan kongres itu berjalan lancar dan bisa menghasilkan ketua umum PSSI baru. Sepaya kisruh kongres kemarin 20 Mei tidak terulang lagi," ujarnya.

Bahkan, bila KN memberikan kepercayaan Solo sebagai tuan rumah, ia akan memberlakukan pelaksanaan kongres berjalan tertib dan lancar. Salah satunya pengamanan, bagi peserta yang tidak kompeten tidak bisa masuk ruang sidang.

Hal lain yang juga jadi perhatian adalah penggunaan tanda pengenal bagi peserta. "Bila pada kongres kemarin ID Card tanpa foto, kini kita akan berlakukan penggunaan foto bagi peserta,"

Dengan demikian, dengan menggunakan tanda pengenal yang dilengkapi foto akan mudah dikenali siapa-siapa orang yang diundang dan tidak diundang. Jelasnya akan lebih selektif.

Sumber : bola.vivanews.com

Senin, 30 Mei 2011

Blatter Sebut Tak Ada Sanksi untuk Indonesia

Presiden FIFA, Sepp Blatter
Zurich - Rakyat Indonesia boleh berlega sementara setelah Presiden FIFA Sepp Blatter mempersilahkan Indonesia melakukan akfivitas di bidang sepakbola hingga tanggal 30 Juni.

"Indonesia dipersilahkan lanjut hingga tanggal 30 Juni," tutur Blatter dalam jumpa pers yang diadakan di markas besar FIFA, Senin (30/5/2011) malam WIB.

Memang belum ada keputusan soal pembahasan sanksi bagi Indonesia atau tidak. Namun setidaknya isu soal sanksi itu bisa ditepikan sementara. Dan Indonesia pun bisa dengan tenang menggelar Kongres pemilihan pengurus baru sebelum tanggal 30 Juni.

Sebelumnya setelah kongres 20 Mei lalu gagal digelar, beredar banyak kabar jika Indonesia dalam ancaman sanksi FIFA setelah dalam kongres itu dua perwakilan FIFA, Thierry Regenass dan Frank van Hattum, dipermalukan oleh peserta kongres.

Blatter dalam jumpa pers hanya menjelaskan Indonesia secara singkat dalam satu kalimat saja, setelah dirinya menghadiri sidang Komite Eksekutif FIFA yang dihadiri 23 dari 25 anggotanya.

Sumber : detiksport.com

Minggu, 29 Mei 2011

Hari Ini, Exco FIFA Tentukan Nasib Indonesia

Asosiasi Sepak Bola Dunia FIFA
Indonesia gagal dua kali menjalankan instruksi FIFA untuk menggelar Kongres.

Nasib sepakbola Indonesia akan ditentukan hari ini, Senin 30 Mei 2011, dalam sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA.

Ketua Normalisasi PSSI Agum Gumelar dan Plt Sekjen PSSI Joko Driyono dijadwalkan akan bertemu perwakilan FIFA Thierry Regenass yang menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Asosiasi Anggotta FIFA hari ini di markas FIFA, Zurich, Swiss.

Laporan mengenai Kongres yang sudah disusun Komite Normalisasi juga akan diserahkan hari ini. Berdasarkan laporan tersebut nantinya Exco FIFA akan mengambil keputusan mengenai nasib sepakbola Indonesia menyusul Kongres yang berakhir deadlock dalam rapat hari ini.

Keputusan Exco FIFA mengenai sepakbola Indonesia nantinya akan disahkan dalam Kongres FIFA lusa, Rabu 1 Juni 2011. Dalam Kongres tersebut juga akan ditentukan presiden FIFA periode 2011-2015.

Agum Gumelar sendiri sebelumnya menegaskan dirinya akan berusaha menemui Presiden FIFA Sepp Blatter dan melobi agar Indonesia terhindar dari sanksi.

Exco FIFA akan menentukan nasib Indonesia yang dua kali gagal menggelar Kongres. Indonesia sudah dua kali gagal menjalankan instruksi FIFA untuk menggelar Kongres PSSI. Pertama saat digelar di Pekanbaru, Riau, 26 Maret 2011 dan kedua saat digelar di Hotel Sultan, 20 Mei 2011 lalu.

Bila nantinya rapat Exco FIFA memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, Agum mengaku tidak akan mengikuti Kongres FIFA pada 1 Juni.

Sumber : bola.vivanews.com

Sabtu, 28 Mei 2011

Persija Yakin Disambut Hangat di Palembang

Rahmad Darmawan -  Persija
Sejarah kedua suporter tim ini juga akur-akur saja.
Persija Jakarta akan bertandang ke markas Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Minggu 29 Mei 2011. Laga ini akan penuh memori mengingat beberapa pemain Persija dan pelatih Rahmad Darmawan pernah membela Sriwijaya.

Rahmad darmawan pernah empat musim membesut Sriwijaya dengan torehan empat gelar di liga domestik. Satu kali Kampium ISL 2007 dan tiga kali beruntun Juara Piala Indonesia edisi 2007, 2008, dan 2009.

Pesona mantan pemain Sriwijaya yang kini dibawa Rahmad untuk membela panji Persija juga masih terasa. Sebut saja,Nasuha, oktavianus, Hendro kartiko, Tony sucipto, Ngurah Nanak, Ambrizal, serta Precious Emeujeraye.

"Saya rasa anak-anak tidak akan ada maslah ketika harus kembali bermain di Palembang. Mereka sudah terbiasa menghadapi tekanan sekali pun. Sebaliknya kami akan siap merebut simpati suporter di Gelora Sriwijaya," ujar Rahmad Darmawan.

Sementara Coah Sriwijaya saat ini, Ivan venkov kolev, juga pelatih yang pernah menangani Persija. Walau koleksi gelar Kolev tidak sementereng Rahmad, namun simpati suporter Persija masih melekat.

"Semua itu sudah jadi sejarah, kita bisa bermain atau melatih di mana saja, yang penting bagaimana kita sama-sama bisa menampilkan permainan yang baik lebih dari sekedar sebuah nostalgia," ucap Kolev.

Selanjutnya Rahmad juga sesumbar bahwa Sriwijaya akan punya sediktit tekanan psikologis. Sebab, sebagian besar pemain Persija sekarang adalah mantan idola fans Sriwijaya.

"Beberapa pemain sudah pernah bersama-sama berjuang memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya," kata Rahmad.

Kenyataan itu membuat Rahmad yakin bisa mengatasi Sriwijaya dengan sambutan hangat. Apalagi sejarah kedua suporter juga akur-akur saja."Yang pasti semua pengalaman itu memotivasi saya untuk berfikir menyuguhkan permainan menarik dan menghibur semua penonton," pungkas Rahmad.

Sumber : bola.vivanews.com

Agum Berharap FIFA Membantu, Bukan Menghukum

Agum Gumelar
Jakarta - Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengatakan, dirinya akan memberikan laporan lengkap kepada FIFA mengenai kondisi sepak bola nasional saat ini kepada FIFA agar organisasi sepak bola dunia tersebut membantu Indonesia, bukan malah memberi sanksi.

"Saya akan memberikan laporan. Saya berharap kita dibantu, bukan malah dikenai sanksi. Untuk itu, kami akan memberikan gambaran jelas kondisi kita saat ini," ujar Agum dalam konferensi pers di kantor PSSI, Kamis (26/5/2011).

"Tapi, kalaupun akhirnya kita terkena sanksi, saya berharap sanksinya tidak berat. Yang pasti kami akan berusaha meskipun itu akan berat," sambungnya.

PSSI memang menghadapi ancaman sanksi dari FIFA pasca-deadlock-nya kongres PSSI 20 Mei lalu. Nasib Indonesia baru akan ditentukan FIFA pada rapat Exco tanggal 30 Mei nanti.

Agum sendiri baru akan bertolak ke Zurich untuk memberikan laporan lengkap kepada FIFA pada Sabtu (28/5/2011) malam. Sebelumnya Agum akan berangkat ke markas FIFA hari Jumat (27/5/2011).

"Saya akan berangkat ke sana bersama Pak Djoko (Driyono). Tadinya mau mengajak Komisi X, tapi karena mepet, enggak jadi," kata Agum.

Sumber : bola.kompas.com

Jumat, 27 Mei 2011

Mencegah Indonesia Kena Sanksi, Agum Surati Blatter

Presiden FIFA - Sepp Blatter
Jakarta - Tanggal 26 Mei lalu Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengirimkan surat kepada FIFA, dalam hal ini presidennya Sepp Blatter, terkait kongres 20 Mei lalu. Isi surat itu berupa permohonan maaf agar Indonesia tidak dijatuhkan sanksi.

Kongres 20 Mei yang semestinya dipakai untuk memilih kepengurusan baru malah berakhir deadlock karena kekisruhan tak kunjung mereda sejak dibukanya kongres pukul 14.00 itu.

Maka agenda FIFA yang meminta PSSI memiliki kepengurusan baru sebelum tanggal 21 Mei gagal terlaksana. Dan seperti yang ditakutkan banyak orang, sanksi menunggu di depan mata.

Agum dan Plt Sekjen PSSI Djoko Driyono sudah berangkat ke Zurich 27 Mei kemarin demi melaporkan seluruh kejadian di kongres kemarin. Namun sebelum itu Agum sudah mengirimkan surat lebih dulu kepada Blatter, yang isinya meminta Indonesia tidak diberi sanksi.

Sebab menurut Agum apa yang terjadi selama sidang bukanlah keinginan dari mayoritas stakeholder sepakbola di Indonesia dan meminta maaf atas kelakukan anggota kongres yang telah memalukan perwakilan FIFA, yakni Thierry Regenass serta Frank van Hattum.

Sebagai informasi saja, tanggal 31 Mei hingga 1 Juni FIFA akan mengadakan kongres tahunan untuk memilih presiden baru. Namun dari agenda FIFA yang tercantum di situs resminya, tak ada pembahasan sanksi untuk Indonesia. Yang ada hanyalah membahas sanksi yang menimpa Bosnia Hezergovina serta Brunei Darussalam

Berikut isi surat Agum tersebut dari email yang diterima detiksport :

President Joseph S Blatter
Federation Internazionale de Football Association (FIFA)
FIFA House
FIFA-Strasse 20
Zurich, Switzerland

26 May 2011

Dear President Blatter

Situation of The Indonesian Football Association (PSSI)

It is with a deep sense of regret that I write to you today, due the events that transpired at the PSSI Congress on 20 May, 2011.

I would like to inform you that those who behaved with indiscipline and a lack of respect toward FIFA anda the sanctity of FIFA's Directives and decisions, are not the voice of the genuine stakeholders of Indonesian Football. The vast majority of PSSI together with the millions of football fans in the country loyally obey and respect the rules and regulations of FIFA governing body of world football.

The Normalisation Commitee is commited towards overcoming these difficulties and with the assistance of FIFA are confident of reaching the desired outcome for the good of Indonesian football.

On behalf of the Indonesian football family, I wish to convey our nation's fervent hope the FIFA wil look upon the situation in PSSI favourably and provide us with a second chance to correct our past mistakes and avoid a suspension.

I hope that in some way, these words of support may help bring about a positive reaction from yourself anda your colleagues in the FIFA Executive and the FIFA Congress.

With warmest regards.

Yours respectfully


Gen. (R) Agum Gumelar

Chairman
PSSI Normalisation Committee

Sumber : detiksport.com

Kamis, 26 Mei 2011

Inilah Kerugian Timnas Bila PSSI Dihukum FIFA

Timnas Indonesia
Sejumlah agenda internasional tim Merah Putih dan klub sepakbola Indonesia bisa batal.

Nasib persepakbolaan Indonesia di kancah internasional akan segera diputuskan di sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA pada 30 Mei 2011. Hasil dari sidang Exco ini akan berpengaruh pada nasib tim nasional Indonesia dan klub-klub yang bertanding di pentas Asia.

Agum Gumelar, sebagai Ketua Komite Normalisasi akan mendatangi markas FIFA di Zurich Swiss, Sabtu 28 Mei 2011. Agum akan melobi FIFA agar sepakbola Indonesia lolos dari pembekuan.

Rakyat Indonesia menaruh harapan besar pada Agum dengan membawa hasil positif tentunya. Sebab, jika sampai mendapat sanksi berat dari FIFA, seluruh komponen yang ada dalam lingkungan sepakbola Indonesia akan rugi.

Kerugiannya adalah sejumlah agenda internasional bagi tim Merah Putih dan klub sepakbola Indonesia bisa dibatalkan. Padahal, yang sudah di depan mata adalah pesta olahraga SEA Games di Tanah Air pada November nanti. Ditambah lagi, Persipura Jayapura baru saja lolos delapan besar Piala AFC.

Berikut adalah agenda Timnas-Klub 2011 di event Internasional yang akan hilang bila FIFA menjatuhkan sanksi ke PSSI.

1. 7-20 Juli : Piala AFF U-17 di Laos.
2. 16-23 Juli : Piala AFF U-23 di Indonesia
3. 23-27 Juli : Kualifikasi Piala Dunia
4. September : Persipura (babak 8 Besar Piala AFC)
5. 10-20 September : Piala AFF U-20 di Malaysia
6. 12-22 September : Kualifikasi Piala Asia U-19
7. 11-25 November : SEA Games di Indonesia, Palembang
8. 10-16 Desember : Piala AFF Futsal Indonesia 

Sebagai informasi, sejauh ini sudah ada 17 negara anggota FIFA yang pernah menerima sanksi. Rata-rata kasusnya adalah intervensi dari pihak ketiga. Intervensi seperti itu biasanya campur tangan pemerintah.


Sumber : bola.vivanews.com

Persija Siap Hadapi Apapun Gaya Sriwijaya FC

Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan tidak pernah absen menyaksikan tayangan permainan SFC.

Persija Jakarta akan bersua Sriwijaya FC (SFC) di pentas ISL pada 29 Mei 2011 mendatang di Jaka Baring, Palembang. Menantang mantan klub yang pernah dibawanya menjadi double winner edisi 2007, coach Rahmad Darmawan menyatakan kesiapannya untuk memenangi pertandingan.

Rahmad mengaku tidak pernah absen menyaksikan tayangan permaianan SFC baik di ISL maupun di AFC. ”Pertandingan sewaktu SFC lawan Chonburi  bagus untuk memperkaya referensi saya tentang kekuatan Sriwijaya sekarang. Sriwijaya sekarang lebih variatif dengan skill individu yang kerap muncul di setiap pertandingan,” jelas Rahmad.

Rahmad menegaskan kalau apapun gaya yang disodorkan SFC, Persija akan siap melayani.

"Mau cepat atau lambat, tidak masalah. Kami siap hadapi mereka."

Persija   mempunyai modal persiapan yang sangat panjang. Terhitung hampir sebulan skuad Persija mempersiapkan diri untuk melakoni laga penting melawan Sriwijaya.

Sejak 27 april kemarin pasca Persija mengalahkan Bontang FC dengan skor 4-1, mereka mulai membenahi pola latihan. Hasil dari itu sudah diaplikasikan saat ujicoba melawan tim lokal Tangerang. Persija unggul 4-0.

Sumber : bola.vivanews.com

Rabu, 25 Mei 2011

Benarkah Indonesia Bakal Disanksi FIFA?

Jakarta - Setelah Kongres PSSI tanggal 20 Mei lalu gagal menghasilkan kepengurusan PSSI yang baru, Indonesia disebut-sebut tengah terancam sanksi FIFA. Benarkah demikian? Adakah pelanggaran yang sudah dilakukan Indonesia?

FIFA sudah punya aturan main yang sangat jelas, yang mereka manifestasikan salah satunya lewat statuta FIFA. Di situ sudah dijelaskan kewajiban setiap anggota FIFA, termasuk hukuman yang mungkin dijatuhkan seandainya kewajiban tersebut tak dipenuhi.

Dalam statuta FIFA pasal 13 ayat (1) diterangkan bahwa ada delapan kewajiban yang harus dipenuhi oleh anggota FIFA. Ada pun delapan kewajiban itu adalah:

a. menjalankan sepenuhnya Statuta, regulasi, perintah, dan keputusan oleh badan FIFA dan juga keputusan dari Court of Arbitration of Sport (CAS) yang sudah dinyatakan lolos banding yang berdasarkan artikel 62 par. 1 statuta FIFA.

b. untuk ikut serta di kompetisi yang digelar oleh FIFA

c. untuk membayar fee/biaya keanggotaan

d. untuk memastikan bahwa anggota dari federasi itu memenuhi Statuta, regulasi, perintah, dan keputusan yang diambil oleh badan-badan FIFA

e. untuk membentuk Komite Wasit yang secara langsung menjadi subordinat dari anggota

f. untuk menghormati Laws of the Game

g. untuk mengatur urusan mereka secara independen dan memastikan bahwa urusan internal mereka tak dicampuri pihak-pihak ketiga

h. untuk menjalankan secara sepenuhnya kewajiban-kewajiban lain yang timbul dari Statuta dan peraturan lainnya

Kemudian di pasal 13 ayat (2) disebutkan bahwa: "pelanggaran terhadap kewajiban-kewajiban yang tertara di atas oleh siapa pun anggota akan memicu jatuhnya sanksi yang ada dalam statuta ini."

Ada pun soal campur tangan pihak ketiga, diterangkan lebih lanjut pada pasal 13 ayat (3) yang berbunyi: "pelanggaran untuk poin 1 (g) juga bisa menimbulkan sanksi bahkan bila campur tangan pihak ketiga bukan kesalahan dari anggota federasi."

Sumber : detiksport.com

LPI Lebur ke LSI, Persema Pasrah

Timo Scheunemann - Persema
Malang - Belum ada kepastian kapan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) akan dilanjutkan. Terkait kondisi tersebut, tim kesayangan "Ngalamania", Persema Malang, mengaku pasrah jika Kongres PSSI memutuskan LPI digabung dengan Liga Super Indonesia (LSI).

Pelatih Persema Timo Scheunemann mengaku pasrah dengan kelanjutan kompetisi LPI putaran kedua. Sebab, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak LPI mengenai kelanjutan kompetisi itu. 

"Para pelatih LPI sudah pernah dikumpulkan di Jakarta mengenai kelanjutan kompetisi LPI. Semua pelatih menyerahkan kepada manajemen LPI, kapan putaran kedua LPI akan dilanjutkan," kata Timo saat dihubungi via telepon, Rabu (25/5/2011).

Timo mengaku, pihaknya telah menginstruksikan semua pemain dan ofisial Persema untuk libur selama satu minggu. Kemudian, agenda dilanjutkan dengan melakukan proyek pembuatan film. "Namun, ada tim lain yang meliburkan pemainnya hingga sebulan karena memang kepastian keberlanjutan LPI belum ada," akunya.

Terkait rencana penggabungan antara LPI dan LSI, Timo mengaku siap meski nantinya ada peleburan dua kompetisi. "Jika nantinya hasil Kongres PSSI memutuskan ada penggabungan dua kompetisi, ya tidak masalah bagi Persema," katanya.

Kapten tim Persema, Bima Sakti, mengatakan, adanya LPI selama ini memang membawa dampak positif. Hal yang paling menonjol adalah masalah wasit.

"Bagi saya tidak masalah jika nantinya hasil kongres memutuskan menggabungkan dua kompetisi. Namun, saya berharap pemain tetap dikontrak oleh klub masing-masing secara profesional. Itu harapan kami," katanya.

Sumber : bola.kompas.com

Selasa, 24 Mei 2011

Siapa Korban Pertama Jika Sanksi FIFA Turun?

Mundari Karya
"Tentu, kami merasa akan menjadi korban pertama jika itu terjadi (sanksi FIFA)."
 
Seusai Kongres PSSI yang berakhir deadlock, kini sepakbola Indonesia berada di bawah bayang-bayang sanksi FIFA. FIFA akan membahas permasalahan Indonesia ini dalam rapat Komite Eksekutif (Exco), 30 Mei, dan Kongres FIFA, 1 Juni 2011.

Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar mengungkapkan kemungkinannya sangat kecil Indonesia terhindar dari sanksi FIFA. Meski pihaknya mengaku tetap akan terus mengupayakan akan melobi FIFA agar tidak memberi sanksi kepada Indonesia.

Seandainya pada 1 Juni 2011, FIFA akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa suspend kepada Indonesia, maka dipastikan timnas U-13 yang akan menjadi korban pertama saat sanksi tersebut diberlakukan.

"Tentu, kami merasa yang akan menjadi korban pertama jika itu terjadi. Karena pada tanggal 1 Juni nanti kami direncanakan sudah berada di Malaysia," ujar pelatih tim nasional Indonesia U-13, Mundari Karya saat dihubungi wartawan, Selasa 24 Mei 2011.

Mundari menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menggelar pemusatan latihan bagi 22 pemain usia muda U-13 sebagai persiapan mengikuti Turnamen AFC Cup U-13 yang akan berlangsung pada 1-7 Juni 2011 di Sabah, Malaysia.

"Saya meyakini anak-anak pasti akan kecewa jika batal bertanding. Tapi, saya tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan kecewa anak-anak nanti," lanjutnya.

Mundari mengungkapkan, jajaran pelatih sempat terbersit rasa khawatir jika anak didiknya terancam batal berpartisipasi di AFC Cup. "Kekhawatiran sempat ada. Tapi, sanksi kan belum pasti dijatuhkan. Dan dalam sepakbola, kami berprinsip motivasi harus jalan terus untuk mempersiapkan pemain," ujar Mundari.

Ia pun menambahkan rasa khawatir yang sempat menyelimuti para pelatih atas ancaman sanksi FIFA tidak menular kepada para pemain. "Mereka tetap latihan. Mereka masih memiliki motivasi bagus untuk mengikuti kejuaraan. Mungkin karena mereka belum berpikiran ke arah itu (batal tanding)," lanjut Mundari.

Mundari sendiri menyayangkan kisruh yang terjadi kala Kongres PSSI berlangsung dan mengakibatkan Indonesia terancam sanksi. "Kami tentu menyayangkan akhirnya seperti itu (Kongres distop). Padahal, perselisihan dan perdebatan seharusnya tetap dilandasi rasa persaudaraan dan rasa hormat satu sama lain," sesal Mundari.

"Saya berharap segala permasalahan yang membelit PSSI segera selesai. Sehingga itu tidak mengorbankan para pemain," harapnya.

Sumber : bola.vivanews.com

Minggu, 22 Mei 2011

30 Mei, Penentuan Nasib Sepakbola Indonesia

PSSI
FIFA akan menggelar rapat exco pada 30 Mei 2011.
 
Nasib sepakbola Indonesia akan lewat rapat exco FIFA pada 30 Mei 2011. Saat ini, Komite Normalisasi sedang menyusun laporan mengenai Kongres yang berakhir tanpa keputusan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Agum kepada wartawan, Sabtu, 21 Mei 2011. Menurut Agum, Komite Normalisasi juga sedang berupaya agar FIFA selaku otoritas sepakbola dunia tidak sampai menjatuhkan sanksi bagi Indonesia.

"Saya belum bisa memastikan apakah akan ada Kongres lanjutan. Kami akan menyusun laporan lengkap untuk diserahkan kepada FIFA. Selanjutnya FIFA akan menggelar rapat exco pada 30 Mei 2011," kata Agum.

"Kelanjutannya akan diputuskan pada sidang itu. Saya berharap pada Thierry (Regenass) dan Van Hatum (Wakil FIFA yang hadir pada Kongres PSSI). Saya minta kepada mereka agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi," beber Agum.

Hujan interupsi mewarnai jalannya Kongres PSSI, Jumat, 20 Mei 2011. Peserta yang menjadi bagian kelompok 78 silih berganti melontarkan keinginan mereka agar George dan Arifin bisa dimasukkan dalam daftar calon ketua umum. Mereka bahkan menganggap keputusan FIFA melarang keduanya sebagai kesalahan.

Suasana Kongres semakin panas, karena Agum tak ingin menuruti keinginan Kelompok 78. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Agum akhirnya memutuskan untuk mengetuk palu untuk membubarkan Kongres PSSI yang digelar di Hotel Sultan itu.

Agum menambahkan dua wakil FIFA Thierry Regenass dan Van Hatum mengaku sangat kecewa dengan sikap peserta Kongres PSSI. Menurut Agum, keduanya tidak terima saat kelompok 78 mulai mempermalukan FIFA, menghujat organisasi, dan Regenass selaku perwakilan FIFA di Kongres PSSI.

"Dari apa yang mereka sampaikan, mudah-mudahan tidak ada sanksi bagi Indonesia. Semuanya berpulang pada 30 Mei nanti," pungkas Agum.

Sumber : bola.vivanews.com